Sektor Ketahanan Pangan Lesu, BUMDes Argo Joyo Parangargo Terdampak Anjloknya Harga Telur
PARANGARGO, WAGIR – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Argo Joyo Desa Parangargo saat ini tengah menghadapi tantangan berat dalam mengelola unit usaha ketahanan pangannya. Salah satu sektor andalan, yaitu budi daya ayam petelur, dilaporkan mengalami kendala operasional yang cukup signifikan akibat merosotnya harga pasar telur ayam secara drastis di tingkat regional Jawa Timur.
Berdasarkan dinamika pasar di lapangan, harga telur ayam di tingkat peternak saat ini merosot tajam hingga menyentuh angka Rp16.200 per kilogram. Nilai jual yang sangat rendah ini berbanding terbalik dengan beban operasional yang harus ditanggung oleh pengelola BUMDes.
Beban Produksi Tetap Tinggi
Ketidakseimbangan neraca keuangan ini dipicu oleh tingginya production cost (biaya produksi). Meskipun harga jual telur di pasar sedang "tidak baik-baik saja", komponen biaya utama seperti pakan ayam petelur, konsentrat, vitamin, hingga perawatan harian tidak mengalami penurunan dan cenderung tetap mahal. Akibatnya, margin keuntungan tergerus habis dan unit usaha ini terpaksa mengalami kerugian operasional dalam beberapa waktu terakhir demi menjaga kelangsungan hidup ternak.
Dampak Berhentinya Dapur MBG
Faktor utama yang memperparah kondisi serapan di tingkat desa adalah dihentikannya untuk sementara waktu operasional program Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah sekitar. Selama ini, BUMDes Argo Joyo Parangargo bertindak sebagai salah satu pemasok utama (supplier) telur ayam untuk memenuhi kebutuhan pasokan gizi program strategis tersebut.
"Berhentinya operasional Dapur MBG untuk sementara waktu ini secara otomatis memutus rantai serapan pasar utama kami dalam jumlah besar. Ketika serapan lokal terhenti dan kami harus melempar produk ke pasar umum yang sedang kelebihan pasokan (oversupply), harga menjadi sangat jatuh di bawah HPP (Harga Pokok Produksi)," ujar pihak pengelola BUMDes Argo Joyo.
Langkah Antisipasi
Saat ini, Pemerintah Desa Parangargo bersama jajaran manajemen BUMDes Argo Joyo tengah merumuskan langkah-langkah strategis untuk menekan kerugian agar tidak semakin membengkak. Upaya yang sedang dipertimbangkan antara lain adalah efisiensi formula pakan tanpa menurunkan kualitas produksi, serta memperluas jaringan kemitraan dengan pasar tradisional, pelaku UMKM lokal, dan agen-agen distributor di wilayah Malang Raya sembari menunggu program Dapur MBG kembali berjalan normal.
Pihak desa berharap ada intervensi regulasi maupun stabilitas harga pakan dari pemerintah pusat maupun daerah agar program ketahanan pangan di tingkat desa dapat kembali bangkit dan memberikan kontribusi positif bagi PADes (Pendapatan Asli Desa).
Kabar Terkini
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Dinas Perikanan Kabupaten Malang Serahkan Bantuan Bibit Nila dan Pakan 3,5 Ton di Desa Parangargo
20 Jul 2026
Lestarikan Warisan Leluhur, Pemdes Parangargo Gelar Ritual Jamas Pusaka Perdana dalam Rangkaian Bersih Desa
29 Jun 2026
Dongkrak UMKM yang Sempat Mati Suri, Pemdes Parangargo Kebut Pembangunan Gerai KDKMP Berposisi Strategis
29 Jun 2026