Logo Kabupaten Malang

Desa Parangargo

Kabupaten Malang

#kkn #kknunmer #kknunmer2026 #kknunmerklp13

Praktik Kolaboratif Mahasiswa KKN dan Masyarakat Desa dalam Mewujudkan Taman Sayur Organik Berkelanjutan

super admin
12 Februari 2026
Praktik Kolaboratif Mahasiswa KKN dan Masyarakat Desa dalam Mewujudkan Taman Sayur Organik Berkelanjutan

Malang, 19 Januari 2026: Di Dusun Durenan, Desa Parangargo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 13 melaksanakan program pengabdian masyarakat. Program utamanya adalah Optimalisasi Potensi Desa melalui Pengembangan dan Pemanfaatan Produk Sayuran Organik Berbasis Pemberdayaan Masyarakat. Kolaborasi dengan Karang Taruna Tunas Muda Dusun Durenan memungkinkan pembangunan taman sayur organic sebagai bentuk pemanfaatan lahan agar lebih produktif dan bermanfaat bagi Masyarakat.


Pembuatan taman sayur organik melibatkan peran aktif anggota Karang Taruna Tunas Muda dan masyarakat sekitar, mulai dari pengolahan lahan, penanaman bibit, hingga perawatan tanaman. Kolaborasi ini mencerminkan semangat gotong royong serta peran generasi muda dalam mendukung pengembangan potensi desa. Melalui kegiatan ini, diharapkan taman sayur organik dapat menjadi sarana edukasi, meningkatkan ketahanan pangan, serta menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pertanian organik yang berkelanjutan.



Mahasiswa KKN Kelompok 13 dan Karang Taruna Tunas Muda Dusun Durenan bekerja sama untuk memetaan dan menyiapkan lahan untuk kegiatan awal. Pada titik ini, pengukuran area


tanam dilakukan, pembersihan lahan dari rumput dan sisa tanaman liar, dan penentuan tempat untuk bedeng untuk membangun taman sayur organik. Kegiatan ini menjadi langkah penting untuk memastikan tata letak tanaman sesuai dan memudahkan proses perawatan kedepannya.

Pada tahap pemetaan dan persiapan lahan, aktivitas tidak hanya berfokus pada penataan area tanam; kita juga membuat rak tanaman untuk mendukung ide taman sayur organik. Mahasiswa KKN Kelompok 13 bersama Karang Taruna Tunas Muda mengukur dan menyesuaikan posisi rak agar sesuai dengan tata letak lahan yang telah dipetakan sebelumnya. Tujuan dari pekerjaan ini adalah untuk meningkatkan pemanfaatan ruang secara lebih efisien dan terorganisir. Pembuatan rak tanaman dilakukan secara kolektif dengan menggunakan bahan yang ada di sekitar. Rak ini dibuat untuk menata polybag agar lebih rapi dan memudahkan perawatan taman sayur. Kegiatan ini menunjukkan kolaborasi antara mahasiswa dan pemuda desa untuk membangun taman sayur organik yang berguna dan berkelanjutan di Dusun Durenan.




Setelah pemetaan dan persiapan lahan selesai, mahasiswa KKN Kelompok 13 melakukan pencampuran media tanam yang terdiri dari tanah, pupuk, dan sekam. Mahasiswa melakukan proses ini secara bersama-sama dengan Karang Taruna Tunas Muda. Untuk menghasilkan media tanam yang gembur dan subur, campuran dilakukan secara merata untuk mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal dan ramah lingkungan.

Tahap selanjutnya adalah pengisian media tanam ke dalam polybag yang ada sekitar 500 polybag dan dilakukan dengan penuh kebersamaan dan antusiasme. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam persiapan taman sayur organik sekaligus memperkuat kerja sama antara mahasiswa KKN Kelompok 13, Karang Taruna Tunas Muda, dan warga sekitar. Melalui proses ini, diharapkan media tanam yang telah disiapkan dapat menunjang pertumbuhan tanaman secara optimal serta mendukung keberlanjutan taman sayur organik di Dusun Durenan.



Penanaman bibit sayuran dilakukan setelah seluruh media tanam selesai dan polybag disusun dengan rapi di rak tanaman.Mahasiswa KKN Kelompok 13 bersama Karang Taruna Tunas Muda melakukan penanaman secara teliti dengan menempatkan bibit pada media tanam yang telah di sediakan. Untuk memastikan pertumbuhan yang optimal, bibit sayuran ditanam satu per satu dengan memperhatikan kedalaman dan jarak tanam.

Kegiatan penanaman bibit ini dilakukan secara kooperatif dan koordinasi antara anggota. Setiap orang yang berpartisipasi memiliki tugas tertentu, mulai dari menyiapkan bibit, menanam, hingga memulai penyiraman awal. Proses ini menandai dimulainya proses pertumbuhan tanaman yang diharapkan akan menguntungkan Dusun Durenan secara berkelanjutan, dan merupakan langkah penting dalam proses pembuatan taman sayur organik.



Sebagai penutup rangkaian dalam kegiatan pembuatan taman sayur organik, dilaksanakan peresmian dan tasyakuran Taman Amreta Bhuana yang merupakan hasil kolaborasi antara KKN Kelompok 13 dan Karang Taruna Tunas Muda Dusun Durenan. Acara peresmian berlangsung dengan khidmat dan penuh kebersamaan, yang ditandai dengan prosesi pemotongan pita sebagai simbol resmi dibukanya Taman Amreta Bhuana untuk dimanfaatkan oleh masyarakat. Kegiatan ini menjadi wujud rasa syukur atas terlaksananya program Optimalisasi Potensi Desa melalui Pengembangan dan Pemanfaatan Produk Sayuran Organik Berbasis Pemberdayaan Masyarakat. Peresmian dan Tasyakuran Taman Amreta Bhuana dihadiri oleh Bapak Kasun Dusun Durenan, Bapak Hari selaku pembina dalam pembuatan taman sayur organik serta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Kehadiran para tokoh tersebut menjadi bentuk dukungan dan apresiasi terhadap sinergi antara mahasiswa KKN Kelompok 13, Karang Taruna Tunas Muda, dan masyarakat. Diharapkan, Taman Amreta Bhuana dapat dikelola secara berkelanjutan sebagai ruang produktif yang memberikan manfaat jangka panjang bagi ketahanan pangan dan pengembangan potensi Dusun Durenan.


Empati Menjadi Bahasa: Pengabdian Singkat yang Bermakna di SLB Sathiten



Senyuman merekah menyambut kedatangan kami di hari pertama mengajar adik-adik di Sekolah Luar Biasa (SLB) Sathiten Kecamatan Wagir, Malang, Jawa Timur. Dari 21 orang dalam Kelompok 13, terdapat 4 perwakilan yang dipercaya untuk ditempatkan di Sekolah. Pada Hari Selasa, 20 Januari 2026 menjadi langkah pertama untuk mengenal terlebih dahulu adik-adik dan bagaimana lingkungan belajarnya. Arahan baik dari ketiga Ibu Guru sangat membantu kami dalam belajar menyesuaikan diri. Dalam suasana yang hangat, kami mulai berkenalan dengan adik-adik SLB Sathiten, mulai dari usia Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Mengengah Atas (SMA). Mereka begitu antusias dan ramah, membuat kami semakin yakin bahwa keputusan untuk menjadi relawan di sekolah ini adalah pilihan yang tepat. Dengan bimbingan dari para guru, kami siap memberikan yang terbaik untuk mendukung perkembangan dan pembelajaran adik-adik selama di SLB. Dalam waktu yang singkat, kami sudah merasakan kebahagiaan dan kepuasan yang luar biasa dari hari pertama di sekolah ini.


Pembelajaran dimulai pukul 08.00 WIB pagi dengan siswa/i keseluruhan berjumlah 14 orang. Dengan berbagai latar belakang kebutuhan, mulai dari autisme, tuna rungu, tuna netra, hingga down syndrome, membangkitkan semangat kami untuk belajar bagaimana agar 2 minggu ke depan bisa menyesuaikan diri dengan adik-adik yang antusias melihat orang-orang baru di sekolahnya. Memahami kondisi tersebut, kami dituntut untuk belajar bagaimana merespon dan mengatasi ketika mereka dalam kondisi kurang stabil; dan bagaimana berkomunikasi dengan cara yang berbeda, seperti menggunakan bahasa isyarat, gambar, dan papan khusus untuk tuna netra guna memastikan semua siswa/i bisa memahami pelajaran dengan baik. Setiap anak didik didampingi oleh satu orang sehingga bisa lebih fokus dan maksimal. Kecuali pada anak yang melakukan terapi di ruangan khusus pada Hari Senin, Rabu, dan Kamis, kami tidak diperbolehkan karena harus fokus dibimbing oleh guru yang kompeten di bidangnya.






Setelah pembelajaran sebentar, terdapat waktu istirahat pada pukul 08.30 WIB hingga 09.00 WIB. Ada yang membawa bekal nasi atau yang hanya sekadar memakan jajanan ringan. Setelah dirasa cukup, ditegaskan untuk kembali fokus pada pembelajaran. Dalam mendukung pembelajaran, kami juga menggunakan metode pembelajaran yang interaktif sehingga adik-adik terlibat dalam proses belajar mengajar. Melalui diskusi dan permainan edukatif, kami berusaha membuat pelajaran menjadi lebih menarik dan mudah dipahami. Kami percaya bahwa setiap siswa/i memiliki potensi besar dan kami berusaha semaksimal mungkin untuk membantu mereka mencapai kesuksesan dalam belajar. Beberapa kegiatan yang kami berikan, seperti mengenali dan membaca kartu-kartu bergambar yakni hewan, transportasi, bentuk dan benda di sekitar; membaca dan memilah angka-angka; dan mengenali serta mewarnai gambar hewan. Setiap harinya pembelajaran dijadwalkan bergantian sehingga tidak monoton. Misalnya, hari ini belajar menulis dan membaca, kemudian besoknya menggambar, mewarnai, menggunting, ataupun menempel.


Terkhusus Hari Kamis dijadwalkan adanya senam dan olahraga ringan agar anak-anak tetap aktif dan sehat. Dengan berbagai kegiatan, diharapkan anak-anak dapat belajar dengan cara yang menyenangkan dan interaktif, sehingga motivasi belajar mereka tetap terjaga. Kreasi ini dilakukan dengan tujuan para peserta didik tidak terlalu tertekan dan dapat mengekspresikan kreativitas mereka secara bebas. Dengan suasana yang menyenangkan dan penuh keceriaan, para siswa/i di kelas sangat antusias untuk belajar dan berinteraksi dengan teman-teman mereka. Para guru di kelas pun selalu siap membantu dan memberikan dorongan kepada para muridnya untuk terus berkembang dan mengeksplorasi kemampuan mereka. Contohnya ketika sedang mewarnai, walaupun diberikan panduan warna, namun siswa/i dengan kreativitasnya mewarnai sesuai keinginan mereka. Sehingga, proses belajar mengajar di kelas tidak hanya berlangsung dengan lancar, tetapi juga menyenangkan bagi semua pihak yang terlibat.




Memasuki pukul 10.00 WIB, beberapa anak yang duduk di bangku SD pulang terlebih dahulu, sementara lainnya pada pukul 11.00 WIB. Sebelum membaca doa pulang, para siswa/i bekerja sama menyapu dan membersihkan ruang kelas dan ruang bermain. Membuang sampah dan mengembalikan mainan pada tempatnya merupakan hal yang sudah menjadi rutinitas bagi mereka setiap hari. Kebersamaan dan kerja sama yang terjalin di antara mereka membuat proses membersihkan ruangan menjadi lebih cepat dan menyenangkan. Sembari menunggu jemputan, kami isi dengan obrolan ringan baik dengan para siswa/i maupun dengan guru. Setelah mereka dijemput oleh orang tuanya masing-masing, kami pun berpamitan untuk pulang kembali ke posko.Setelah seminggu berlalu, kami mulai merasa bahwa hubungan yang terjalin dengan adik-adik semakin kuat. Kami tidak hanya merasa lebih akrab, tetapi juga merasa bahwa kami telah menjadi bagian dari sesuatu yang bermanfaat bagi mereka. Kami merasa bangga dengan apa yang telah kami lakukan selama ini dan berharap dapat terus memberikan kontribusi positif bagi mereka. Namun belum waktunya untuk berpisah, karena masih tersisa 1 minggu lagi sebelum kegiatan kami di sekolah berakhir. Kami berusaha untuk memanfaatkan waktu yang tersisa dengan sebaik-baiknya, melakukan pendekatan dengan lebih baik bersama adik-adik, serta memberikan dukungan dan motivasi yang mereka butuhkan. Meskipun kami sudah merasa sedih akan berpisah, kami juga merasa bersyukur telah mendapat kesempatan untuk menjadi bagian dari proses pembelajaran mereka.


Jumat, 30 Januari 2026, menjadi hari terakhir kami berkegiatan di sekolah. Sebagai bentuk kenang-kenangan, kami memberikan sekotak mainan pendukung pembelajaran. Kami juga mendokumentasikannya dalam bentuk foto bersama dengan para guru, beberapa siswa/i, dan 21 anggota Kelompok 13. Rasa haru dan bangga menghiasi perpisahan kami dalam waktu yang singkat ini, dan kami yakin bahwa adik-adik akan terus berkembang dan meraih kesuksesan di masa depan. Harapan kami agar mereka tetap semangat belajar dan menjaga persahabatan yang telah terjalin. Terima kasih untuk pihak sekolah yang telah memberikan kami kesempatan dan pengalaman berharga.