Logo Kabupaten Malang

Desa Parangargo

Kabupaten Malang

#kkn #kknunmer #kknunmerklp15 #kknunmer2026

DARI SAMPAH MENJADI MANFAAT: PROGRAM PAVING BLOCK DAN BANK SAMPAH SEBAGAI SOLUSI BERKELANJUTAN KKN 15 UNIVERSITAS MERDEKA MALANG DI DESA PARANGARGO

admin
12 Februari 2026
DARI SAMPAH MENJADI MANFAAT: PROGRAM PAVING BLOCK DAN BANK SAMPAH SEBAGAI SOLUSI BERKELANJUTAN KKN 15 UNIVERSITAS MERDEKA MALANG DI DESA PARANGARGO

Malang, Februari 2026 – Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 15 Universitas Merdeka Malang (UNMER) melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat dengan fokus pada pengelolaan sampah berbasis lingkungan di desa Parangargo. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemilahan sampah sekaligus memanfaatkan sampah anorganik, khususnya plastik, menjadi produk yang bernilai guna berupa paving block.

Permasalahan sampah rumah tangga masih menjadi tantangan utama di lingkungan desa Parangargo. Sampah yang tidak terkelola dengan baik dan tidak dipilah sejak dari sumbernya menyebabkan penumpukan, pencemaran lingkungan, serta menurunnya kualitas kebersihan dan kesehatan masyarakat. Melihat kondisi tersebut, Mahasiswa KKN 15 berinisiatif menghadirkan solusi melalui pendekatan edukatif dan aplikatif yang melibatkan partisipasi aktif warga.



Kegiatan diawali dengan sosialisasi pemilahan sampah kepada masyarakat, edukasi mengenai jenis-jenis sampah, perbedaan antara sampah organik dan anorganik, serta dampak negatif dari pengelolaan sampah yang tidak tepat. Sosialisasi dilakukan melalui pertemuan warga, sosialisasi bersama RT/RW, serta pendampingan langsung di lingkungan sekitar. Antusiasme warga terlihat dari keikutsertaan aktif dan kesediaan masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah masing-masing.



Setelah tahap sosialisasi, program dilanjutkan dengan percobaan pembuatan paving block berbahan sampah plastik (HDPE, PP, dan PET). Sampah plastik yang telah dikumpulkan dan dipilah kemudian diolah melalui beberapa tahapan, mulai dari pencucian dari kotoran, pencacahan, pelelehan dan pencetakan. Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN 15 melibatkan masyarakat secara langsung agar warga dapat memahami proses pengolahan plastik menjadi paving block serta manfaat yang dihasilkan.




Hasil produksi 10 percobaan paving tersebut, kemudian dilakukan uji laboratorium untuk mengetahui kualitas kekuatan paving. Hasil uji laboratorium tersebut diharapkan menjadi pertimbangan bagi warga supaya mengetahui jenis paving yang memiliki nilai ekonomis dan nilai guna yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan sebagai produk desa, seperti perbaikan jalan setapak, halaman rumah warga, maupun fasilitas umum. Dengan demikian, pengelolaan sampah tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga membuka peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat.



Sebagai bentuk keberlanjutan program, mahasiswa KKN 15 juga menginisiasi pembuatan bank sampah sebagai pendukung utama dalam pengumpulan bahan baku paving block. Bank sampah ini berfungsi sebagai wadah pengelolaan sampah anorganik yang telah dipilah oleh warga, khususnya sampah plastik, agar proses pengumpulan dapat berjalan secara terorganisir dan berkelanjutan.

Pendirian bank sampah diawali dengan sosialisasi mengenai konsep dan mekanisme bank sampah, mulai dari jenis sampah yang dapat disetorkan, sistem pencatatan, hingga manfaat yang dapat diperoleh masyarakat. Mahasiswa KKN 15 bersama warga dan perangkat desa melakukan penataan lokasi bank sampah, penyediaan tempat pemilahan, serta penyusunan sistem pengelolaan sederhana yang mudah diterapkan oleh masyarakat.

Melalui bank sampah, warga menjadi lebih terbiasa memilah sampah sejak dari rumah dan memiliki kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan. Sampah plastik yang terkumpul kemudian ditimbang, dicatat, dan disimpan sebagai bahan baku pembuatan paving block. Dengan adanya sistem ini, pengelolaan sampah di desa menjadi lebih terarah dan berkesinambungan.

Program bank sampah ini memperkuat program pembuatan paving block karena menjamin ketersediaan bahan baku secara berkelanjutan. Sinergi antara pemilahan sampah, bank sampah, dan produksi paving block diharapkan mampu membentuk sistem pengelolaan sampah terpadu yang dapat terus dijalankan oleh masyarakat meskipun masa KKN telah berakhir.

Melalui program ini, mahasiswa KKN 15 berharap dapat mengubah pola pikir masyarakat terhadap sampah dari limbah menjadi sumber daya bernilai guna. Program ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan desa yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Dengan semangat gotong royong dan partisipasi aktif masyarakat, program pengelolaan sampah ini diharapkan mampu memberikan dampak positif jangka panjang. Dari sampah yang sebelumnya menjadi masalah, kini lahir manfaat nyata yang mendukung pembangunan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat desa Parangargo.